Senin, 03 Oktober 2022

CONTOH TUGAS AKHIR IBM (INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR) VAMBELAJAR


Nama : Vernanda Abimantrana
NIM : 2501415028
Mata Kuliah : Interaksi Belajar Mengajar
Rombel : 250340003 / Rabu Jam 09:00-10:40 / B2-213B
Tugas Akhir Membuat Artikiel Pembelajaran

Penerapan Keterampilan Memberi Penguatan Dalam Pembelajaran Musik Ansambel di Sekolah

     Kata ansambel berasal dari bahasa prancis. Ansambel berarti suatu rombongan musik. Sedangkan pengertian ansambel menurut kamus musik, ansambel adalah kelompok kegiatan musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik tertentu serta memainkan lagu-lagu dengan aransemen sederhana. Dalam kegiatan belajar sering kita jumpai pembelajaran music ansambel khususnya mata pelajaran Seni Musik atau Seni Budaya di sekolah. Dalam pembelajaran Musik Ansambel disekolah sering kita jumpai beberapa permasalahan yaitu diantaranya : (1) kurangnya keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, (2) peserta didik kurang memahami secara lebih nyata sesuai dengan faktanya tentang materi yang disampaikan oleh guru, (3) guru kurang maksimal dalam memberikan fungsi masing-masing instrumen yang digunakan oleh peserta didik dalam pembelajaran musik ansambel. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan tujuan penulisan artikel ini yaitu : (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan pemberian penguatan dalam pembelajaran music ansambel disekolah. (2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat Pembelajaran Musik Ansambel disekolah.

     Tingkat partisipasi aktif peserta didik dalam proses belajar merupakan salah satu indikator proses belajar yang berkualitas. Rasa keterlibatan yang dilandasi oleh motivasi dan minat yang tinggi dari pihak peserta didik dalam mengikuti proses belajar di kelas merupakan indikator dari proses yang berkualitas. Soedijarto (1991: 161) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mmempengaruhi langsung proses belajar adalah guru dan pelajar, namun yang paling berpengaruh terhadap mutu hasil belajar adalah latar belakang kognitif pelajar disusul dengan sistem evaluasi dan kualitas proses belajar. Sedang yang mempengaruhi langsung kepada guru adalah materi dan sistem penyajian bahan, sistem administrasi, dan sistem evaluasi. Dengan memberikan penguatan dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi pendidik dan siswa. Adapun beberapa metode yang digunakan dalam pemberian penguatan yaitu :

(1.)  
Penguatan verbal
     Komentar guru berupa kata – kata pujian, dukungan, dan pengakuan dapat digunakan untuk penguatan tingkah laku dan kinerja siswa. Komentar demikian merupakan balikan yang diberikan guru atas kinerja maupun perilaku siswa. Contoh : Bagus!! permainan musik ansambel kalian sudah rapid an enak didengarkan.

(2.) Penguatan berupa mimik muka dan gerakan badan (gestural)
     Penguatan berupa gerakan badan dan mimic muka antara lain seperti: senyuman, anggukan kepal, acungan ibu jari, tepuk tangan, dan sebagainya, sering kali digunakan bersamaan dengan penguatan verbal. Sebagai contoh, ketika guru memberi penguatan verbal, “ pekerjaanmu baik sekali,” pada saat itu guru menganggukkan kepalanya.

(3.) Penguatan dengan cara mendekati anak
     Siswa atau sekelompok siswa yang didekati guru pada saat berlatih music ansambel dapat terkesan diperhatikan. Keadaan ini dapat menghangatkan suasana belajar anakyang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi. Kesan akrab juga dapat timbul dengan cara ini, akibatnya anak tidak merasa dibebani tugas. Beberapa perilaku yang dapat dilakukan guru dalam memberikan penguatan ini antara lain adalah berdiri disamping siswa atau kelompok siswa, berjalan disisi siswa, dan sebagainya.

(4.) Penguatan dengan sentuhan
     Teknik ini penggunaanya perlu mempertimbangkan latar belakang anak, umur, jenis kelamin, serta latar belakang kebudayaan setempat. Dalam memberikan pengutan ini, beberapa perilaku yang dapat dilakukan guru antara lain: menepuk pundak atau bahu siswa, menjabat tangan siswa, mengelus rambut siswa, atau mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan.

(5.) Pengutan dengan kegiatan yang menyenangkan
     Motivasi belajar anak dipengaruhi pula oleh apakah oleh kegiatan belajar yang dilaksanakan tersebut menyenangkan dirinya atau tidak. Bentuk kegitan belajar yang disenangi anak dapat mempertinggi intensitas belajarnya. 
     Untuk menguatkan gairah belajar, guru dapat memilih kegiatan – kegiatan belajar yang disukai anak. Karena tiap – tiap anak memiliki kesukaran masing – masing, guru perlu menyediakan berbagai alternative pilihan yang sesuai dengan kesuksesan masing – masing anak. Dengan memberikan alternative kegiatan belajar yang sesuai dengan kesukaan anak tersebut , maka hal itu bisa juga menjadi bentuk penguatan bagi anak.
     Dapat juga penguatan ini diberikan sebagai akibat dari prestasi baik yang ditunjukan anak. Misalnya, anak yang berprestasi dalam hasil belajarnya ditunjuk sebagai pimpinan kelompok belajar.

(6.) Penguatan berupa symbol atau benda
     Jenis symbol atau benda yang diberikan diselaraskan dengan perkembangan anak. Untuk anak tingkat sekolah dasar, berbeda dengan anak usia sekolah lanjutan. Anak SMA yang berprestasi diberi penghargaan berupa pensil tentunya kurang relevan. Penguatan berupa symbol atau benda ini dapat berupa piagam penghargaan, benda – benda berupa alat – alat tulis dan buku dan dapat pula berupa komentar tertulis pada buku anak. 
Perlu diperhatikan dalam hal penggunaan penguatan yang berupa benda: hendaknya tujuan belajar anak tidak mengarah pada benda tersebut. Oleh karena itu, perlu dibatasi frekuensi penggunaanya.

     Kesimpulannya Belajar mengajar merupakan proses komunikasi, komunikasi yang berhasil dan lancar adalah apabila penerima pesan mampu memahami isi pesan, namun demikian kadangkala pesan yang disampaikan tidak biasa dipahami dengan baik atau bahkan dipahami berbeda oleh setiap peserta didik sebagai penerima pesan belum lagi beberapa peserta didik yang bersifat pasif dalam kegiatan pembelajaran . Untuk menyiasati kelemahan tersebut maka dibutuhkan metode sebagai cara untuk mengefektifkan suasana pembelajaran. Oleh sebab itu, seorang guru harus mampu Memberikan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai salah satunya seperti dalam metode pemberian penguatan pada siswa. Pemilihan penguatan hendaknya didasarkan pada tujuan yang ingin dicapai dan kemampuan guru dalam mengimplementasikannya serta melihat kondisi dan lingkungan siswa.

Daftar Pustaka : 

Azis, A. (2014). Kompetensi Guru Dalam Penggunaan Media Dengan Mutu Pendidikan. Jurnal Pelopor Pendidikan.

Saragih, A. H. (2008). Kompetensi Minimal Seorang Guru Dalam Mengajar. Jurnal Tabularasa.

Joseph, Wagiman. 2009. Akustik Hand Out. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni UNNES

Aesijah, Siti. 2010. Hand-Out Kurikulum dan Pengembangan Materi. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.


NOTICE :
Jangan lupa berkomentar dibagian kolom komentar yaaa.. :)

Previous Post
Next Post

1 komentar:

Komentarlah dengan komentar yang membangun dan memberikan solusi ^_^